PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS
KOMPUTER
“STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA
BERBANTUAN DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL”

Oleh :
Nama :
Winda Eka Lestari
NIM :
ACC 114 059
Dosen Pembimbing :
Nopriawan Berkat Asi, S.Si, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
PALANGKA RAYA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran
merupakan keterpaduan proses mengajar dan belajar. Proses mengajar merupakan
penyampaian informasi dari fasilitator pengetahuan kepada akseptornya. Selain
sebagai penyampai informasi kepada siswa, fasilitator pembelajaran juga sebagai
pengatur proses pembelajaran dan lingkungan di dalam kelas. Proses belajar
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti
sikap, pandangan hidup, perasaan senang dan tidak senang, kebiasaan dan
pengalaman pada diri peserta didik. Faktor eksternal merupakan
rangsangan dari luar diri siswa melalui indera
yang dimilikinya, terutama pendengaran dan penglihatan.
Media pembelajaran
adalah salah satu contoh faktor eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan efisiensi belajar. Hal itu dapat tercapai karena media
pembelajaran dapat mengatasi berbagai hambatan, antara lain: hambatan komunikasi,
keterbatasan ruang kelas, sikap siswa yang pasif, pengamatan siswa yang kurang
seragam, sifat objek belajar yang kurang khusus sehingga tidak memungkinkan
dipelajari tanpa media, tempat belajar yang terpencil dan
sebagainya.
Media pembelajaran
menempati posisi yang strategis dalam proses pembelajaran karena menjadi
perantara informasi pengetahuan dari guru kepada siswanya. Banyak manfaat yang
diberikan media pembelajaran kepada siswa. Sudjana & Rivai mengemukakan
manfaat media antara lain: menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan
motivasi belajar dan menjadi metode alternatif dalam belajar karena siswa tidak
semata-mata mendapatkan pembelajaran dari satu sumber. Menurut Hamalik, manfaat
media pembelajaran antara lain: meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berpikir,
memperbesar perhatian siswa, menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu
terutama melalui gambar hidup, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih
banyak dalam belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
Kimia merupakan ilmu
tentang materi dan perubahan yang terjadi didalamnya. Ilmu ini menjelaskan
materi dari sudut pandang komponen terkecilnya, yaitu atom dan molekul. Kajian
ilmu ini berukuran mikroskopis sehingga sulit bagi siswa untuk menggambarkan
obyek yang dibicarakan. Menurut Tresna Sastrawijaya, kurikulum ilmu kimia
terlalu berat pada komponen teori sehingga melupakan dimensi manusia dan
sosial.7 Hal ini bisa menyebabkan siswa cepat bosan dan tidak bersemangat dalam
pembelajaran kimia. Problematika seperti inilah yang perlu
disiasati dengan media pembelajaran yang mampu
menarik perhatian siswa dalam memahami ilmu kimia.
Video termasuk
media yang dapat digunakan untuk pembelajaran disekolah. Video ini bersifat
interaktif-tutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui
visualisasi. Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek
sesuai yang diajarkan dalam video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk
mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada tumbukan, teknik
okulasi, pembelahan sel, proses respirasi dan lain-lain.
Salah satu jenis media
pembelajaran berdasarkan unsur pokok yang terkandung di dalamnya adalah media
audio visual, hal ini terjadi karena media jenis ini menyampaikan pesan yang diterima
oleh indera pendengaran dan penglihatan sekaligus sehingga persentase pesan
yang disimpan oleh otak lebih banyak. Menurut Ronal Anderson, media video
adalah rangkaian gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara (audio) serta unsur gambar (visual) yang dituangkan dalam pita video (video tape). Rangkaian gambar elektronis tersebut kemudian
diputar dengan suatu alat yaitu video cassette recorder atau video
player. Media jenis ini sangat
relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini. Hampir
semua informasi dalam segala bidang sudah dapat diubah dan ditampilkan dalam
bentuk digital termasuk bahan pembelajaran. Keadaan seperti ini memungkinkan
siswa dapat melakukan pembelajaran mandiri dengan perangkat TIK yang
dimilikinya tanpa batasan ruang dan waktu.
BAB III
PENUTUP
Media
audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis
media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis
media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual merupakan
sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan
dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam
menularkan pengetahuan, sikap, dan ide. Kelancaran dan efektivitas pembelajaran
antara lain didukung oleh kehadiran alat bantu/media/sumber belajar yang
tersedia. Ketersediaan alat bantu/media/sumber belajar memungkinkan siswa dapat
belajar lebih baik, lebih intensif, dan lebih banyak potensi yang dapat
dikembangkan. Oleh karena itu, alat bantu/media/sumber belajar perlu dihadirkan
dengan tepat. Lebih lanjut, alat bantu/media/sumber belajar perlu dimanfaatkan
secara sinergis untuk mengoptimalkan pembelajaran. Dengan adanya media/alat
bantu pembelajaran semakin memudahkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
Sehingga dapat menciptakan kondisi yang dapat mendorong siswa agar dapat
mencapai kompetensinya dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. Macam-macam media dapat dibagi menjadi 3, berdasarkan sifatnya, kemampuan jangkauannya, dan berdasarkan cara atau teknik pemakaiannya. Fungsi pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. Macam-macam media dapat dibagi menjadi 3, berdasarkan sifatnya, kemampuan jangkauannya, dan berdasarkan cara atau teknik pemakaiannya. Fungsi pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Penggunaan
media pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian
pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Media audio visual terdiri atas audio
visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film
bingkai suara (sound slide), film rangkai suara. Audio visual gerak, yaitu
media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Media ini mempunyai kemampuan yang lebih,
karena media ini mengandalkan dua indera sekaligus, yaitu indera pendengaran
dan indera penglihatan. Dengan media tersebut diharapkan bisa membangkitkan
motivasai dalam belajar dan memperjelas materi yang disampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar